Kesalahan Pitch Deck Startup yang Sering Membuat Investor Mundur

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan presentasi untuk mencari pendanaan, pitch deck adalah senjata utama. Ini bukan sekadar slide presentasi biasa, tapi narasi awal yang bisa menentukan apakah investor tertarik atau langsung mundur. Bahkan, banyak keputusan investasi terbentuk hanya dari kesan pertama saat investor membuka beberapa slide awal saja.

Disisi lain, banyak juga founders yang sudah bekerja keras membangun startup, namun hanya karena kesalahan pitch deck mereka gagal mencuri perhatian. Nah, Anda tidak ingin mengalaminya bukan? Untuk itu, yuk, cek kesalahan saat pitch deck startup yang sering terjadi supaya Anda bisa memperbaikinya dari sekarang!

Kesalahan Pitch Deck Startup

Kesalahan dalam pitch deck seringkali bukan soal ide, melainkan cara menyampaikan cerita bisnis yang kurang tepat. Detail kecil dalam pitch deck bisa menjadi alasan investor ragu atau bahkan langsung mundur. Nah, berikut kesalahan-kesalahannya.

1. Terlalu Banyak Informasi & Kalimat yang Membingungkan

Investor itu sibuk karena melihat ratusan pitch deck setiap tahunnya. Jika slide Anda dipenuhi teks panjang, angka tanpa konteks, atau penjelasan yang berputar-putar, kemungkinan besar investor akan skip entry. Pitch deck startup idealnya ringkas, padat, dan langsung ke inti, yaitu mencakup masalah, solusi, kesempatan pasar, tim, model bisnis, dan proyeksi keuangan. Jika Anda tidak bisa menjelaskan ide secara sederhana, investor akan sulit menangkap esensinya.

2. Tidak Ada Validasi Pasar atau Bukti Nyata

Satu hal yang sering membuat investor mundur adalah kurangnya bukti bahwa pasar benar-benar ada. Banyak pitch deck terlalu fokus pada ide dan fitur, namun lupa memasukkan data nyata, seperti survei pengguna, tingkat pertumbuhan awal, atau data kompetitor. Tanpa bukti bahwa orang benar-benar tertarik atau bersedia membayar, ide terbaik sekalipun bisa dinilai spekulatif.

3. Model Bisnis yang Tidak Jelas atau Tidak Realistis

Presentasi tentang visi besar memang keren, tapi investor juga ingin tahu bagaimana Anda akan menghasilkan uang. Jika pitch deck Anda tidak menjelaskan model pendapatan yang jelas, atau asumsi pendapatan sangat optimistis tanpa dasar, ini memberi sinyal buruk. Investor cenderung mundur ketika merasa proyeksi bisnis tidak realistis atau tidak relevan dengan ukuran pasar yang Anda tunjukkan.

Baca juga: Cara Pitch ke Investor agar Startup Anda Dilirik dan Didanai

4. Tidak Menyoroti Kekuatan Tim

Investor tidak hanya berinvestasi pada ide, tapi juga pada orang di balik layar. Tim yang kurang berpengalaman, kurangnya keragaman skill, atau tidak ada bukti bahwa tim mampu mengeksekusi strategi bisa menjadi penyebab investor mundur. Sebuah pitch deck yang baik harus menunjukkan siapa saja yang akan membawa startup ini menuju sukses, termasuk pencapaian atau pengalaman relevan tim.

5. Tidak Menyesuaikan dengan Preferensi Investor

Setiap investor punya fokus strategi dan preferensi berbeda. Ada yang fokus pada teknologi, ada yang melihat lebih ke dampak sosial, ada pula yang mengejar skalabilitas cepat. Seringkali founders membuat satu pitch deck startup generik dan mengirimkannya ke banyak investor tanpa penyesuaian. Ini membuat presentasi terasa kurang relevan dengan apa yang dicari oleh pihak penerima. Untuk itu, selalu riset dahulu investor yang Anda incar dan sesuaikan bahasa serta konten pitch deck sesuai profilnya. 

Intinya membuat pitch deck startup yang efektif itu bukan soal seberapa banyak slide atau seberapa menarik desainnya, tapi seberapa jelas, relevan, dan meyakinkan pesan yang Anda sampaikan. Hindari deretan teks panjang, pastikan ada data validasi pasar, jelaskan model bisnis secara realistis, tonjolkan tim kuat, dan sesuaikan dengan profil investor. Semuanya perlu tersusun dengan logis dan berbasis data agar investor percaya pada potensi startup Anda.

Nah, untuk Anda yang ingin meningkatkan peluang diterima investor, bukan hanya dengan pitch deck kuat, tapi juga dengan partner pendanaan yang tepat, yuk bersama Indogen Capital! Sebagai salah satu venture capital aktif di Indonesia yang telah mendukung puluhan startup untuk tumbuh dan berkembang, kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga jaringan luas serta pendampingan strategis yang membantu startup mencapai versi terbaiknya, dari tahap awal menuju ekspansi dan exit

Jadi, yuk, perbaiki pitch deck Anda supaya investor langsung bilang “ya!”!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *